Kubah Masjid Raya Makassar

Berada tepat di perempatan Jalan Masjid Raya, Jalan Baraya, Jalan Andalas, dan Jalan Bontoala, Masjid Raya Makassar merupakan masjid terbesar kedua di Kota Makassar setelah Al Markaz Al Islami.

Masjid ini memiliki daya tampung hampir 60 ribu jamaah yang terdiri dari 10 ribu jamaah dalam bangunan utama dan 50 ribu jamaah lainya berada di halaman masjid.

Masjid-Raya-Makassar

Masjid yang dibangun pada tahun 1948 dan selesai pada tahun 1949 ini dirancang oleh arsitek Muhammad Soebardjo,setelah beliau memenangkan sayembara. Jual Kubah Masjid Galvalum Harga Murah Dan Berkualitas. Saat itu panitia pembangunan diprakarsai oleh KH Ahmad Bone, seorang ulama asal Kabupaten Bone di tahun 1947 dengan menunjuk KH Muchtar Lutfi sebagai ketua panitia pembangunan masjid. Untuk Pembangunan Masjid ini beberepa sumber terpecaya menyebut bahwa dana awal yang digunakan untuk pembangunan masjid sebesar Rp60 ribu dan pada saat peresmian tahun 1949, tercatat Masjid Raya Makassar menghabiskan biaya sekitar Rp1,2 juta.

Masjid yang mempunya dua lantai ini menggunakan 80 persen bahan baku yang berasal dari lokal, dilengkapi dengan dua menara setinggi 66,66 meter dan fasilitas lainnya berupa kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan dan sebuah perpustakaan buku, serta pada lantai dasarnya terdapat beraneka ragam barang dagangan yang dijajakan oleh pedagang setempat.

Masjid yang dibangun di atas tanah lapangan sepakbola Exelsior Makassar yang luasnya 13.912 meter persegi ini juga memiliki lahan parkir yang luas diantara pepohonan rimbun di bagian halaman masjid.

Masjid ini memang sudah didesain besar dan megah sejak awal pendiriannya. Konon seorang jurnalis asing yang mengunjungi masjid ini pada tahun 1949 menulis bahwa inilah masjid terbesar di di Asia Tenggara saat itu. Bangunan induknya saja dapat menampung hingga 1O.OOO jamaah dan jika digabung dengan halaman masjid, bahkan dapat mencapai 50.000 jamaah.

Kehadiran Masjid Raya Makassar dianggap sebagai bagian dari sejarah karena pernah dikunjungi oleh dua Presiden Indonesia, yakni di tahun 1957 oleh Ir. Soekarno dan juga presiden ke dua yaitu  Soeharto pada tahun 1967. Kedua presiden ini sempat melaksanakan salat Jumat di masjid tersebut

Renovasi Masjid Raya Makassar pertama kali dilakukan pada tahun 1978 oleh Gubernur Ahmad Lamo. Namun karena atap mengalami bocor yang sangat parah,maka di tahun 2007 dilakukan renovasi besar-besaran namun renovasi kali ini  mengikuti gaya struktur dan arsitektur mirip dengan bentuk Masjid Cordoba, Di Spanyol.

Setelah renovasi besar-besaran, Masjid Raya Makassar diresmikan pemakaian oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla selaku investor dana terbesar untuk renovasi masjid ini.

Salah satu hal terunik yang dapat dijumpai di masjid ini adalah berupa Alquran raksasa berukuran 1×1,5 meter persegi seberat hampir 584 kilogram. Ditulis dengan tinta yang terbuat dari campuran tinta bak China dan cairan teh kental, Alquran ini ditulis selama kurun waktu 12 bulan atau satu tahun. Ditulis oleh  KH Ahmad Faqih Muntaha pada tahun

1994.

Dengan kombinasi tiga warna dasar yaitu krem yang mencirikan warna alam (natural) dan cocok dipadukan dengan warna apa saja, hijau yang melambangkan keislaman, serta hitam (warna Kabah), masjid yang hampir 80% bahannya asli dari Sulawesi Selatan tersebut terlihat sangat asri.

Dari segi konstruksi, Masjid Raya Makassar memanjakan jamaah sehingga dapat menikmati sejuknya udara Makassar. Masjid dirancang terbuka, tak berdinding laiknya kebanyakan masjid di Makassar dan sekitarnya. Kalaupun ada penghalang, hanyalah tiang baja yang dibungkus dengan batu alam paras Yogyakarta.

Daya tarik lainnya adalah dua buah menara yang masing-masing bertinggi 47 meter (menara lama) dan 66,66 meter (menara baru) pelambang jumlah ayat dalam Kitab Suci Al-Quran. Menara pertama terletak di sebelah kiri bangunan utama, usianya sama dengan Masjid Raya. Adapun menara kedua yang membutuhkan waktu enam bulan dalam proses pengerjaannya, dibuat dengan bahan dasar baja yang membuatnya lentur walau pergerakannya halus sehingga tak kasat mata.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *