Kontraktor Kubah Masjid di Manokwari Papua Barat

Kontraktor Kubah Masjid di Manokwari Papua Barat

Kontraktor Kubah Masjid di Manokwari Papua Barat

Manokwari, siapa yang tidak kenal dengan manokwari salah satu kota di provinsi papua barat indonesia. Manokwari merupakan daerah yang memiliki keindahan alam yang tiada duanya. Terdapat berbagai macam flora dan fauna. Mayoritas penduduk di manokwari agama kristen. Namun tak sedikit juga masyarakat di manokwari yang menganut agama islam.

Tiap-tiap malam minggu keluarga ayah Sultan Malik berjalan-jalan ke taman kota Manokwari. Keluarga ini pilih saat itu untuk berjalan-jalan dengan. Ayah Malik yang tiap-tiap malam minggu menyempatkan watunya untuk mengajak anak-anaknya pergi berjalan-jalan. Anak-anak ayah Malik juga malam itu meliburkan semuanya jadwal les serta belajarnya untuk mencari sedikit hiburan. Sang istri ayah Malik memanglah sesunguhnya tidak bekerja sehari-harinya. Beliau cuma mengurusi rumah tangga saja. Ayah Malik yang kesehariannya bekerja jadi kontraktor kubah masjid di Manokwari begitu suka bila dapat menyempatkan saatnya untuk keluarga meskipun cuma berjalan-jalan ke taman kota 1 minggu sekali. Walau ayah Malik sangat repot tiap-tiap malam minggu seperti hukum harus bila mesti mengajak sang keluarga ke liburan sesaat. Taman kota Manokwari serta tempat tinggalnya cuma berjarak sekitaran dua puluh satu kilo mtr. saja.

Satu malam saat di taman, ayah Malik duduk berdua dengan sang istri sembari lihat anaknya bermain. Ke-2 anak mereka tengah bermain sepatu roda. Ke-2 anaknya mengelilingi taman kota serta melalui air mancur di sekitaran taman kota. Mendadak ayah Malik lihat ada seorang di pojok taman tengah duduk sembari ketawa sendiri. Bajunya juga compang camping serta tampak lusuh. Lalu ada pegawai taman kota yang mengetahui pak Malik disana. Dengan rasa penasaran pak Malik bertanya siapa dia kok tampak aneh sendiri. Waktu itu memanglah kondisi taman kota yang tengah ramai-ramainya. Pegawai ini menyebutkan kalau dia dulu juga bekerja jadi kontraktor kubah masjid di Manokwari. Mungkin saja itu yaitu rekan ayah Malik juga. Ayah Malik berupaya mengingatnya namun cuma satu bayangan buram yang keluar. Sang istri menyebutkan apa orang itu bernama ibu Supriyah. Pegawai itu menganggukkan kepalanya. Serta pak Malik kaget sekali. Pegawai ini menyakinkan mereka dengan menyebutkan itu ibu Supriyah sang kontraktor kubah masjid yang sekarang ini tengah kolep usahanya.

Ayah Malik yang terasa berhutang budi dengannya, ayah Malik bertanya kondisi beliau, mungkin saja dapat di ajak bicara apa cuma dapat tersenyum sendiri sesuai sama itu. Pegawai itu menyebutkan cuma dapat ketawa saja, bila di ajak bicara orang dia juga akan bicara sendiri seperti seperti kontraktor kubah masjid yang berjumpa customer. Ayah Malik lalu menceritakan beliau dulu yaitu gurunya waktu barusan memasukki dunia usaha. Beliau seringkali datang ke tempat tinggal ayah Malik karna beliau juga rekan akrab istri saya ini. Tetapi, satu tahun lebih lantas kami hilang kontak karna beliau dulu berpamitan ke tempat tinggal sang anak yang berada di Maluku. Waktu itu memanglah tampak aneh karna beliau terakhir itu tidak sempat bercerita sekali lagi usaha kontraktor kubah masjid yang dia bangun sendiri. Serta saat kami bertanya beliau cuma tersenyum saja. Sesudah malam itu handphone beliau tidak aktif serta waktu kami datangi tempat tinggalnya senantiasa tertutup tanpa ada penghuni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *