Tempat Wisata Pura di Bali Beserta Sejarahnya

Ketika saya masih mahasiswa, guruku mengatakan kepada saya bahwa turis tersebut disebut Bali sebagai Pulau Seribu Pura. Kenapa, saya tanya dia. Karena ada banyak kuil di Bali, itu yang dijawabnya. Nah, itu hanya sebuah perumpamaan seperti Paket Wisata Pangandaran. Padahal, berdasarkan catatan, ada lebih dari 12.611 pura di sekitar pulau Bali, tidak termasuk kuil keluarga. Keluarga kerajaan Bali membuat kuil mereka sendiri untuk kegiatan keagamaan mereka sendiri.
Sebuah hukum di pulau ini mengatakan bahwa setiap desa harus memiliki minimal 3 pura, sehingga Anda dapat melihat pengaruh hukum hari ini. Banyak kuil di Bali berusia ratusan tahun dan Anda akan merasakan sesuatu yang mistis jika Anda mengunjunginya. Ingatlah untuk memiliki kode berpakaian untuk memasuki kuil dan selalu bersikap hormat saat berada di sana.
Berikut adalah beberapa kuil yang paling populer:

Pura Besakih
Terletak di desa Besakih di lereng selatan Gunung Agung, gunung api utama di timur Bali. Pura Ibu Besakih adalah candi Hindu Hindu yang paling penting dan paling suci di Bali. Cerita kuno mengatakan bahwa Pura Besakih dibangun oleh Rsi Markandya dan pengikut sekitar abad ke-11. Saat itu, Rsi Markandya ingin membuka hutan menjadi tempat tinggal. Namun, karena banyak pengikutnya meninggal karena sakit, maka untuk menyelamatkan pengikutnya, Rsi Markandya membangun Sanggar Basuki, tempat pemujaan Tuhan sebagai penyelamat. Besakih Nama diambil dari kata “”Basuki”” yang berarti “”penyelamat””.

Pura Tanah Lot
Terletak di Tabanan, sekitar 20 km dari Denpasar. Candi ini terletak pada batu lepas pantai besar yang telah dibentuk terus menerus selama bertahun-tahun oleh arus laut. Pura Tanah Lot diklaim sebagai karya Imam Nirartha abad ke 15 selama perjalanannya di sepanjang pantai selatan Bali. Pura Tanah Lot adalah salah satu dari tujuh lautan candi di sekitar pantai Bali. Di dasar pulau berbatu, ular laut beracun, yang diciptakan dari selendang Nirata, diyakini bisa menjaga kuil dari roh jahat dan penyusup.

Pura Luhur Uluwatu
Salah satu Pura Laut Bali di Uluwatu di Bali. Dibangun pada abad ke-11. Pura Luhur Uluwatu terletak di atas sebuah platform batu yang curam dan tinggi dan menjorok ke laut, pada ketinggian 97 meter di atas permukaan laut, di desa Pecatu, Kuta Selatan Kabupaten Badung Bali. Candi ini awalnya dulunya merupakan tempat pemujaan seorang imam suci bernama profesor Kuturan abad ke-11 dan kemudian juga biasa menyembah pendeta suci Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir 1550

Pura Danu Bratan
Kompleks candi ini terletak di ujung barat laut Danau Bratan di pegunungan dekat Bedugul di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, kompleks ini dibangun pada tahun 1633 dan digunakan untuk persembahan seremonial kepada Dewi Danu, dewi air, danau dan sungai. . Danau Bratan adalah salah satu danau penting dalam hal pengairan.

Pura Tirta Empul
Pura Tirta Empul dan tempat pemandiannya berada di daerah pedesaan Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pembentukan candi ini diharapkan pada tahun 960 M pada zaman Raja Chandra Bhayasingha dari Dinasti Warmadewa. Air Tirta Empul mengalir ke sungai Pakerisan. Di sepanjang sungai ada beberapa relik kuno. Di sebelah barat candi ini ada Istana Tampaksiring yang merupakan istana kepresidenan yang dibangun pada masa Presiden Soekarno.

Pura Taman Ayun
Terletak di desa Mengwi, Kabupaten Badung, sekitar 18 km barat laut Denpasar dan merupakan salah satu candi terindah di Bali. Dibangun pada tahun 1634 oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu, yang kemudian dipugar pada tahun 1937. Kuil ini didedikasikan untuk nenek moyang kerajaan dan dewa-dewa yang bertempat di kuil lain di Bali. Pura Taman Ayun adalah Ibu Pura Kerajaan Mengwi.

Pura Penataran Sasih
Sebuah tempat pemujaan awal kehidupan di bumi. Pura Penataran Sasih ini diperkirakan ada sebelum masuknya Hinduisme ke Bali, yang setara dengan era Dong Son di China, sekitar 300 tahun sebelum masehi. Sementara itu, Hinduisme pergi ke Bali diperkirakan sekitar abad ke-8. Salah satu relik kuno adalah Bulan Pejeng, sebuah ketsledrum perunggu berukuran 186,5 cm. Pura Penataran Sasih juga terkenal dengan tarian sakura Sang Hyang Jaran yang tampil saat upacara besar dan dilakukan oleh empat penari. Para penari akan hadir beberapa saat sebelum pertunjukan dan tiba-tiba tiba di arah sesuhunan. Orang itu akan tiba-tiba karauhan (trance). Orang yang karauhan bisa saja orang-orang dari luar kawasan Pejeng.

Pura goa Gajah
Goa Gajah berarti Gua Gajah yang terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, sekitar 27 km dari Denpasar. Goa Gajah berasal dari kata Lwa Gajah, sebuah kata yang muncul di Lontar (Manuskrip) Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi. Dibangun pada sekitar abad ke-11 Masehi, saat Raja Sri Astasura Ratna Bumi Banten berkuasa. Gua ini digunakan sebagai tempat pertapaan, sebagaimana dibuktikan dengan adanya relung di dalam gua. Ada juga tujuh kolam renang dengan patung malaikat yang sedang menahan air suci.

Pura Goa Lawah
Pura Goa Lawah di Desa Pesinggahan Kecamatan Dawan, Klungkung adalah pusat pemujaan Tuhan sebagai Tuan Laut. Di Lontar Usana Bali dan Lontar Babad Pasek Lawah menyatakan bahwa Pura Goa Lawah dibangun sebagai inisiatif Mpu Kuturan pada 11 abad Masehi dan dipulihkan untuk diperluas pada abad ke 15 Masehi. Lontar Usana Bali juga menyatakan bahwa Mpu Kuturan membuat manuskrip “”Babading Dharma Wawu Anyeneng”” yang direkam pada pembentukan beberapa kuil di Bali, termasuk Pura Goa Lawah pada tahun Saka atau 1007 AD.Incoming search terms: Tirta Empulbali templebali temple Berpakaian codepura tanah lotpura uluwatupura tirta empul tampak siringtirta empul balitaman ayun templetaman ayun balipura tanah bali bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *